museum sejarah puputan margarana
dalam upaya mengenang, menghormati dan mengabadikan jasa-jasa para pejuang yang telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa pada masa perjuangan fisik perang kemerdekaan rI di bali, maka dibangunlah sebuah monumen atau candi pahlawan margarana yang kemudian disebut monumen nasional taman pujaan bangsa margarana
Sejarah berdirinya museum margarana
Dalam upaya mengenang, menghormati dan mengabadikan jasa-jasa para pejuang yang telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa pada masa perjuangan fisik perang kemerdekaan RI di Bali, maka pada tahun 1953 timbullah gagasan untuk mendirikan sebuah Monumen atau Candi Pahlawan Margarana, yang kemudian disebut Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana.
Gagasan yang cemerlang itu, timbul pada pikiran seorang tokoh Veteran Pejuang Kemerdekaan RI bernama I Nengah Wirtha Tamu yang lebih dikenal dengan Pak Tjilik (Ketua YKP Daerah Tingkat I Tahun 1951 s.d 1968). Ide itu berupa suatu candi, dengan pertimabangan bahwa candi adalah hasil budaya nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman dahulu yang menggambarkan kemegahan dan kebesaran jiwa bangsa Indonesia. Untuk mengagungkan jiwa para pahlawan, sangatlah relevan jika diwujudkan dalam bentuk candi.
Jelajahi Koleksi Benda Museum
Benda koleksi sejarah Puputan Margarana yang terdapat di Museum :

Bambu Runcing
Duplikat bambu runcing sejenis senjata awal perjuangan yang digunakan pejuang kita dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan dan mempertahankan Negara Proklamasi RI

Tombak
Senjata awal modal perjuangan yang digunakan pejuang di Bali dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945

Microfun “Philips”
Mikrofun ini salah satu diantara perlengkapan RRI Singaraja sejak para pejuang RI Oktobber 1945 mengambil alih stasiun radio Jepang Nipon Nosyo Koku (NHK)
Jam Kunjungan Museum
Senin-Sabtu
08.00-16.00 WITA
Setiap Hari Minggu dan Tanggal Merah
Libur
Album Museum Margarana
We take pride in serving our guests with the best experience. Read what they say.