Informasi Museum
Sejarah Berdirinya Museum Margarana
Dalam upaya mengenang, menghormati dan mengabadikan jasa-jasa para pejuang yang telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa pada masa perjuangan fisik perang kemerdekaan RI di Bali, maka pada tahun 1953 timbullah gagasan untuk mendirikan sebuah Monumen atau Candi Pahlawan Margarana, yang kemudian disebut Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana.
Gagasan yang cemerlang itu, timbul pada pikiran seorang tokoh Veteran Pejuang Kemerdekaan RI bernama I Nengah Wirtha Tamu yang lebih dikenal dengan nama Pak Tjilik (Ketua YKP Daerah Tingkat I Tahun 1951 s.d 1968). Ide itu berupa suatu candi, dengan pertimabangan bahwa candi adalah hasil budaya nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman dahulu yang menggambarkan kemegahan dan kebesaran jiwa bangsa Indonesia. Untuk mengagungkan jiwa para pahlawan, sangatlah relevan jika diwujudkan dalam bentuk candi. Lokasi terjadinya Puputan Margarana yakni dipersawahan Uma Kaang, Desa Marga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dipilih sebagai lokasi mendirikan rencana Candi Pahlawan Margarana tersebut.
Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 15 Mei 1954 dan diresmikan pada tanggal 20 November 1954, yakni bertepatan dengan dengan hari Puputan Margarana VII. Dalam perkembangan selanjutnya, bangunan Candi Pahlawan Margarana dan sejumlah bangunan lain diatas tanah seluas 9 hektar dan kemudian dinamakan Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, yang di tetapkan dengan SK Pemda Bali tanggal 1 Oktober 1961, No.1172/SZ. 1/3/511.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Bangunan
Bangunan-bangunan yang ada di Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana beserta masing-masing penjelasannya sebagai berikut:
Candi Pahlawan Margarana
Candi Pahlawan Margarana dibangun sebagai simbol penghormatan terhadap Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang berlandaskan Pancasila. Bentuk candinya memiliki berbagai makna, seperti dasar berbentuk segi lima yang melambangkan Pancasila, tinggi 17 meter sebagai simbol tanggal Proklamasi, serta delapan tingkat atap, empat tangga, dan lima pilar yang berkaitan dengan bulan dan tahun kemerdekaan. Stupa pada bagian tumpang menggambarkan kebesaran Pancasila dan tekad bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada bagian candi terdapat berbagai ukiran, seperti simbol Pancasila, karangasti, karang manuk, karangboma, dan kutamesir, yang menggambarkan nilai kebudayaan, kesucian, keselamatan, kehidupan, dan kejayaan. Di puncak candi terdapat ukiran kepulauan Indonesia di atas bunga teratai, sedangkan di dalam candi diabadikan surat I Gusti Ngurah Rai tertanggal 18 Mei 1946 yang mencerminkan semangat perjuangan dan patriotisme.
Untuk menjaga kesucian kawasan, candi dikelilingi tembok penyengker dengan lima candi bentar serta balai kulkul di sisi tenggara. Balai tersebut memiliki dua kentongan yang dibunyikan setiap memperingati Hari Puputan Margarana.
Balai Peristirahatan
Di depan Candi Pahlawan Margarana terdapat lapangan upacara yang dilengkapi dua buah balai peristirahatan, yang satu terletak di bagian timur dan yang satunya terletak di bagian barat lapangan. Balai ini dimaksudkan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara keagamaan. Namun pada setiap peringatan hari Puputan Margarana dimanfaatkan sebagai tempat para undangan dan pengunjung untuk beristirahat.
Patung Panca Bakti
Patung Panca Bakti merupakan lima patung gerilya yang menggambarkan pemuda, buruh, alim ulama, petani, dan wanita yang membawa bendera Merah Putih. Kelima tokoh tersebut menjadi simbol persatuan dan kesatuan rakyat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Patung ini berdiri di atas sebuah kolam yang dihiasi relief tentang perkembangan budaya Bali. Relief pada sisi timur menggambarkan budaya Bali sebelum mendapat pengaruh asing, sisi utara menunjukkan pengaruh budaya Majapahit, sisi barat menggambarkan pengaruh masa penjajahan Belanda, sedangkan sisi selatan menggambarkan perkembangan budaya Bali pada masa kemerdekaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Taman Seni Budaya
Dibagian selatan Taman Pujaan Bangsa seluas 1 hektar terdapat bangunan wantilan, parkir kendaraan, warung kopi, dan direncanakan akan dibangun toko souvenir dan lain-lain berkaitan dengan berbagai kebutuhan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu). Hal ini penting, mengingat jumlah kunjungan wisnu dan wisman di Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana menunjukkan tendensi yang meningkat, sejak beberapa tahun terakhir.
Taman Karya Alam
Taman Karya Alam terletak di bagian selatan Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana. Dengan luas sekitar empat hektar, taman ini dirancang sebagai tempat rekreasi sekaligus ruang bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan kegiatan sosial ekonomi, terutama yang berkaitan dengan flora dan fauna. Di kawasan ini direncanakan berbagai fasilitas seperti taman dengan beragam tanaman dan hewan, panggung terbuka, sanggar lukis, area rekreasi, restoran, serta fasilitas pendukung lainnya.
Taman Suci
Taman Suci dibangun disebelah selatan Gedung Sejarah, merupakan tempat penyucian dan pembersihan diri bagi para pengunjung yang hendak melaksanakan kebaktian dan perziarahan.
Taman Bahagia
Taman Pahlawan berada di sebelah utara dan timur laut Candi Pahlawan Margarana. Di taman ini terdapat 1.372 nisan atau tugu pahlawan yang memiliki bentuk, ukuran, dan ciri arsitektur yang hampir seragam. Masing-masing nisan memiliki unsur yang mencerminkan simbol agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen, sesuai dengan keberagaman agama yang dianut oleh para pejuang yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan.
Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa para pejuang tetap mampu bersatu meskipun memiliki perbedaan agama dan adat istiadat. Mereka bersama-sama berjuang untuk mempertahankan dan membela kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nisan-nisan yang ada di taman ini menjadi bentuk penghormatan bagi para pejuang yang gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa selama perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Bali, tidak hanya mereka yang gugur dalam peristiwa Puputan Margarana.
Dari keseluruhan 1.372 nisan, sebanyak 1.371 nisan diperuntukkan bagi para pahlawan yang diketahui identitasnya, sedangkan satu nisan menjadi simbol penghormatan bagi pahlawan yang tidak diketahui nama, identitas, maupun jumlahnya. Adapun 1.371 pahlawan tersebut terdiri dari 652 pahlawan berkeluarga, 644 pahlawan taruna, 64 pahlawan ALRI, serta 11 mantan serdadu Jepang yang memilih bergabung dan berjuang bersama pasukan Indonesia.
Gedung Sejarah
Gedung Sejarah dibangundi sebelah timur Candi Pahlawan Margarana. Sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda sejarah perjuangan. Hal ini dimaksudkan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat dilestarikan dan dikembangkan melalui proses sosialisasi dari generasi ke generasi.
Jam Operasional Kunjungan
Alamat
Dusun Kelaci, Marga Dauh Puri, Kec. Marga, Kabupaten Tabanan
Waktu
- Senin - Sabtu Pukul 8.00 - 16.00 WITA
- Minggu dan Tanggal Merah Tutup