Koleksi Benda Museum
Lonceng Bekas Bom
Lonceng bekas bom yang telah dijinakkan. Sejak pendudukan Jepang di Bali, dijadikan lonceng di asrama tentara Jl. Kayumas Denpasar(1942-1945). Setelah NICA menduduki Bali(1946-1950), juga tetap memfungsikan lonceng tersebut. Pada tanggal 11 April 1946 jam 00.00 tengah malam lonceng dibunyikan 12x oleh pejuang kita dijadikan tanda serangan umum.
Microfun "Philips"
Mikrofun ini salah satu diantara perlengkapan RRI Singaraja sejak para pejuang RI Oktobber 1945 mengambil alih stasiun radio Jepang Nipon Nosyo Koku (NHK).
Tombak
Senjata awal modal perjuangan yang digunakan pejuang di Bali dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
Bambu Runcing
Duplikat bambu runcing sejenis senjata awal perjuangan yang digunakan pejuang kita dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan dan mempertahankan Negara Proklamasi RI.
Granat Periuk
Granat ini dibuat dari tanah liat dan berhasil melawan pihak NICA di Bali.
Topi Baja Amerika
Topi baja ini semula berlambang”Gajah Merah” (Tentara NICA di Bali). Setelah dirampas pejuang gerilya RI di Bali lambangnya dihapus digunakan sebagai perlengkapan oleh pejuang kita sampai lenyapnya Belanda dari Indonesia.
Topi Baja Belanda
Topi baja ini dibawa menjelang penjajahan Jepang di Indonesia sebagai perlengkapan KNIL. Pada masa perjuanagan sebagai benda rampasan pihak pejuang kita, digunakan sampai lenyapnya Belanda dari Indonesia.
Radio PSW Penerima (ERRE)
Radio ini termasuk peralatan inventaris sener Radio Nippon Hoshow Koku (NHK) di Singaraja pada 8 oktober tahun 1945 direbut oleh pemuda dijadikan radio republik Indonesia. Radio ini digunakan merelai berita dari radio republic Indonesia.
Senapan Kal. 303 MM LE MK III
Senapan ini digunakan oleh pihak NICA (Netherlands Indie Civil Administrations) dalam menumpas pasukan Ciung Wanara. Senjata ini dibuat di Inggris pada tahun 1945.
Granat Gombyok
Ranjau ini hasil swakarya para pejuang gerilya RI Bali selama perjuangan dahulu digunakan para pejuang kita. Ternyata granat ini berhasil mengahancurkan dan melumpuhkan pihak musuh. |
.
Granat Sumbu
Granat hasil karya Tri Laut DIV X Banyuwangi yang digunakan ekspedisi Tri Laut Yon.M bersama pasukan DPRI Bali Melawan NICA di Bali.
Tombak
Senjata awal modal perjuangan yang digunakan pejuang di Bali dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
Bambu Runcing
Duplikat bambu runcing sejenis senjata awal perjuangan yang digunakan pejuang kita dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan dan mempertahankan Negara Proklamasi RI.
Granat Periuk
Granat ini dibuat dari tanah liat dan berhasil melawan pihak NICA di Bali.
Bom Molotov
Bom molotov ini dibuat dari botol yang ditutup sumbu kain kemudian diisi minyak yang mudah terbakar (bensin). Selama perjuangan kemerdekaan 1945-1950 bom Molotov ini digunakan untuk mengadakan perlawanan. .
Peluru Mortir
Peluru mortar ini hasil karya gerilya RI di Bali terbuat dari potongan pipa dengan ekor seng. Pada waktu perang kemerdekaan dahulu jenis ini berhasil menghancurkan sarang musuh.
Ranjau Darat
Ranjau (Dinamit = TNT) dibuat dari bambu yang digunakan gerilya RI Bali masa perang kemerdekaan (1945-1950) ternyata sangat efektif berhasil menghancurkan jembatan dan bangunan musuh. |
.
Mortir Tiang Telepon
Mortir ini dibuat dari tiang telepon karya para pejuang. Meskipun sederhana dapat digunakan melawan musuh hingga merugikan pihak musuh.
Senapan Kal 7.92 MM Mouser
Senjata ini digunakan oleh para penjajah. Senjata ini dibuat di Jerman Barat dengan nama pabrik nya adalah Mouser.
Baju Kebesaran Mayor I Gusti Putu Wisnu
Baju ini adalah baju peninggalan dari Mayor I Gusti Putu Wisnu saat menjalankan tugas .
Baju Kebesaran Letkol I Gusti Ngurah Rai
Baju ini adalah baju peninggalan dari Letkol I Gusti Ngurah Rai saat menjalankan tugas.
Topi Baja Amerika
Topi baja ini semula berlambang”Gajah Merah” (Tentara NICA di Bali). Setelah dirampas pejuang gerilya RI di Bali lambangnya dihapus digunakan sebagai perlengkapan oleh pejuang kita sampai lenyapnya Belanda dari Indonesia.
Topi Baja Inggris
Topi baja Inggris hasil rampasan pejuang kita dalam pertempuran di Bon/Petang tanggal 13 Juni 1946 kemudian di pergunakan oleh pejuang gerilya RI di Bali
Topi Baja Jepang
Topi Baja ini dibawa oleh Tentara Jepang yang bergabung kepada pejuang RI secara sukarela (sukarelawan) dan digunakan oleh pejuang sampai lenyapnya Belanda dari Indonesia.
Topi Baja Belanda
Topi baja ini dibawa menjelang penjajahan Jepang di Indonesia sebagai perlengkapan KNIL. Pada masa perjuanagan sebagai benda rampasan pihak pejuang kita, digunakan sampai lenyapnya Belanda dari Indonesia.
.
Lonceng Bekas Bom
Lonceng bekas bom yang telah dijinakkan. Sejak pendudukan Jepang di Bali, dijadikan lonceng di asrama tentara Jl. Kayumas Denpasar(1942-1945). Setelah NICA menduduki Bali(1946-1950), juga tetap memfungsikan lonceng tersebut. Pada tanggal 11 April 1946 jam 00.00 tengah malam lonceng dibunyikan 12x oleh pejuang kita dijadikan tanda serangan umum.
Microfun "Philips"
Mikrofun ini salah satu diantara perlengkapan RRI Singaraja sejak para pejuang RI Oktobber 1945 mengambil alih stasiun radio Jepang Nipon Nosyo Koku (NHK).
Transmiter
Transmiter / Pengatur suara dalam penyiaran radiobRRI Singaraja sejak tahub 1950 setelah mengambil alih studio NICA. |
Alat Penyamaran Senjata dan Makanan
Alat-alat penyamaran ini digunakan dalam pengiriman senjata dan makanan
Tas dan Kopor Dokumen
Markas/Kantor para pejuang tidak menetap selalu berpindah-pindah. Dokumen dan surat-surat penting disimpan dalam Tas/Kopor yang setiap saat dapat dibawa pindah ke tempat lain
Pesawat Telepon Siemen
Pesawat telepon ini salah satu diantara perlengkapan Stasiun Pemancar Jepang NHK yang diambil alih pejuang RI oktober 1945 dijadikan perlengkapan Radio Republik Indonesia |
.
Radio PSW Penerima (ERRE)
Radio ini termasuk peralatan inventaris sener Radio Nippon Hoshow Koku (NHK) di Singaraja pada 8 oktober tahun 1945 direbut oleh pemuda dijadikan radio republik Indonesia. Radio ini digunakan merelai berita dari radio republic Indonesia.